Asal-Usul, Makna dan Filosofi Ketupat

Photo by: http://jateng.inews.id

Saat hari raya Idul Fitri, banyak ditemukan pedagang yang menjajakan ketupat dimana-mana. Harga yang ditawarkan juga berbeda-beda. Tapi, biasanya kalau sudah dekat dengan hari Lebaran, harga ketupat bisa jauh lebih mahal dari biasanya.

Selain disajikan ketika momen Lebaran tiba, pernah tidak coba mencaritahu asal usul ketupat ini sebenarnya dari mana ya? Atau filosofi dan makna dibalik bentuk ketupat apa ya?

Nah, ternyata ketupat sudah ada pertama kali sejak zaman Wali Songo. Makanan ini diperkenalkan oleh salah satu wali, Sunan Kalijaga, yang pada waktu itu berdakwah menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.

Tapi, di zaman Sunan Kalijaga makanan itu tidak dinamai dengan ketupat seperti yang diketahui sekarang. Istilah yang dikenal saat itu adalah Bakda yang artinya setelah. Pada masa itu, ada dua Bakda yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Bakda Lebaran adalah saat Hari Raya Idul Fitri. Seluruh umat Islam diharamkan berpuasa pada hari itu. Sementara, Bakda kupat dilaksanakan satu minggu setelah Lebaran, dan ini merupakan hari raya bagi yang melaksanakan puasa Syawal selama enam hari. Kalau sekarang, istilahnya adalah “puasa enam”.

Dalam bahasa Jawa Kupat singkatan dari “ngaku lepat”. Artinya, mengakui kesalahan. Maka dari itu, saat hari raya selalu ada tradisi sungkeman. Orang yang lebih muda bersimpuh dihadapan orang tua sambil meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat. Jadi, sudah tahu ya kenapa kalau Idul Fitri identik dengan sungkeman?

Tapi, ada juga yang ternyata menyebut kepanjangan dari Kupat adalah “laku papat” atau empat tindakan. Ya, empat tindakan ini kita lakukan saat hari raya tiba yaitu lebaran, luberan, leburan, laburan.

Kata “lebaran” sendiri artinya usai. Itu menandakan bahwa waktu berpuasa di bulan Ramadan sudah selesai. Lalu, kata “luberan” berasal dari kata meluber atau melimpah. Jadi, kita diharapkan berbagai rezeki kepada yang membutuhkan melalui zakat dan sedekah.

Kemudian, kata “leburan” artinya habis melebur. Maka dari itu, saat Lebaran tiba semua dosa dan kesalahan akan melebur karena semua umat Muslim saling bermaaf-maafan. Terakhir, kata “laburan” berasal dari kata “labur” atau kapur.

Kisah Masuk Islam-nya Umar Bin Khattab

Photo by: http://news.detik.com

Umar bin Khattab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya.

Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.

Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah ﷺ . Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi seraya bertanya:
“Hendak kemana engkau ya Umar ?”,

“Aku hendak membunuh Muhammad”, jawabnya.

“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?”

“Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”. Tanya Umar.

“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.

Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya).

Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,

“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka

“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram

“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera membangunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkatalah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan berdarah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar.

Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca :
“Bismillahirrahmanirrahim”

Kemudian dia berkomentar:
“Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”

Kemudian beliau terus membaca Hingga ayat :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
(QS. Thaha : 14)

Beliau berkata :
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata:

“Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah ﷺ pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau ﷺ berdoa :
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.

Rasulullah ﷺ sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.

Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang berada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah ﷺ , dan merekapun berkumpul.

Hamzah bertanya:
“Ada apa?”

“Umar” Jawab mereka.

“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.

Rasulullah ﷺ memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah ﷺ .

Kemudian Rasulullah ﷺ memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :
“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunkan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.

Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.

Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram. Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin.


Sumber: Majelis Al-Fariq

BESARNYA CINTA ROSULULLAH KEPADA SAYYIDAH AISYAH RA

Photo by: http://islam.nu.or.id

Suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dalam sebuah ruangan bersama Sayyiidatuna Aisyah Ra. sambil memperbaiki sepatunya. Dan Sayyidah Aisyah memandangi wajah Rasul yang bercahaya, penuh keberkahan, dan dilihatnya air peluh nampak keluar dari dahinya.

Maka sayyidah Aisyah merasa takjub dengan keagungan beliau sehingga dia pun menatapnya begitu lama hingga akhirnya Rasul menyadari akan hal itu.

Sehingga beliau bertanya pada sayyidah Aisyah, “Ada apa ya Aisyah?”

Maka Sayyidah Aisyah menjawab, “Ya Rosulallah,,, sungguh Jika Abu Bukair Al-Huthali sang penyair melihatmu maka niscaya dia akan segera tahu bahwa puisi yang ditulisnya itu pasti untukmu”

Rasulullah SAW bertanya “Apa yang dia katakan?”

Sayyidah Aisyah pun menjawab, “Abu Bukair mengatakan bahwa jika kamu melihat keindahan rembulan, ia terang benderang dan menerangi dunia bagi semua orang yang melihatnya”.

Kemudian Rasulullah SAW bangkit dan berjalan menuju sayyidah Aisyah dan mengecup dahinya dan berkata, “Demi Allah yaa Aisyah, demikian juga kamu, seperti itu bagiku dan bahkan lebih”. (Diriwayatkan dalam Al-Dala’el Nubuwa oleh Imam Abu Nu’aim dengan sanad dari Imam Bukhari dan Imam Ibnu Khuzaina).

Rasulullah juga memberikan nama kesayangan pada Sayyidatuna Aisyah, Ra. Hummaira (yang kemerah-merahan), dan selain itu beliau juga memiliki julukan yang tak kalah bagusnya yaitu habibah habibAllah, (yang terkasih dari kekasih Allah) ataupun Siddiqah bint Ash-Shiddiq, gelar yang diturunkan dari Ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dari Ibnu ‘Assakir meriwayatkan Sayyidatuna Aisyah Ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengatakan kepadanya. “Aku tidak takut untuk mati, (kerna) tahu bahwa kamulah isteriku di surga”.

Maka Bayangkan kebahagiaan sayyidah Aisyah saat itu, setelah mendengar kata-kata yang menjamin keamanan, cinta dan kedamaiannya dalam kehidupan ini dan di akhirat kelak.

Suatu ketika Sayyidatuna Aisyah Ra. bertanya pada Rasulullah SAW, “Seperti apa cintamu untukku?” Seperti simpul tali”, jawabnya -yang berarti bahwa cinta beliau pada sayyidah Aisyah kuat dan aman.

Dalam banyak kesempatan setelah itu, sayyidah Aisyah bertanya lagi pada rosulullah, “Bagaimana simpul talinya ? ” dan Rasulullah SAW pun selalu menjawab, “Ala haaliha ! -ya’ni masih sama seperti biasanya!”

Di beberapa negara Muslim, bahkan sampai saat ini, sepasang kekasih membuat simpul tali sebagai simbol dari cinta dan kesetiaan manakala mereka harus terpisah jarak dan waktu.

Ini sedikit dari kemuliaan beliau sayyidah Aisyah, dan sedikit gambaran dari cinta Nabi kepada istrinya, Maka siapa lagi jika bukan Rasulullah SAW sebaik-baik contoh dan tauladan dalam cinta bagi kita ummatnya ?

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞


Sumber: Majelis Al-Fariq

Keutamaan Sholat Sunnah

Photo by: http://lptq.umy.ac.id

Keutamaan Shalat Sunnah

Banyak sekali keutamaan shalat Sunnah. Diantaranya:

1. Menyempurnakan shalat wajib dan menambal kekurangannya

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda,

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صلاَته فَإِنْ كَانَ أَتَمَّهَا كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ لَمْ يكن أَتَمَّهَا قَالَ الله -عز و جل- لِمَلائِكَتِهِ: انْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ لِعَبْدِى مِنْ

تَطَوُّعٍ فَتُكْمِلُونَ بِهَا فَرِيضَتَهُ ثُمَّ الزَكَاة كذلك ثُمَ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى حَسَبِ ذَلِكَ

“Amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya tidak sempurna Allah Ta’ala berkata pada malaikat-Nya, “Lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah, maka sempurnakanlah shalat wajibnya? Kemudian zakat pun demikian. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud, no. 864, dan Ibnu Majah, no. 1425 dan Ahmad, no. 103. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahihul Jami’)

2. Shalat Sunnah mengangkat derajat dan menghapus dosa

ٌRasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat). Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim, no. 488)

3. Banyak shalat sunnah merupakan sebab terbesar masuk Surga dan menjadi pendamping Nabi di Surga

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu’anhu, beliau berkata,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي: سَلْ، فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ، قَالَ: أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ، قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (dalam shalat)‘” (HR. Muslim, no. 489).

4. Shalat sunnah adalah amalan badan yang paling utama setelah jihad

Dalam hadits Tsauban Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan,

استَقِيمُوا ولنْ تُحْصُوا، واعْلَمُوا أنَّ خَيْرَ أعْمَالِكُم الصَّلاة ولا يحافظ على الوضوء إلا مؤمن

“Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah), dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat dan tidak menjaga wudhu kecuali seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil)

5. Shalat Sunnah di rumah akan menghasilkan keberkahan

Dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِـي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيْباً مِنْ صَلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا

“Jika salah seorang di antara kalian telah menunaikan shalat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah shalat bagi rumahnya. Karena sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan dalam rumahnya melalui shalatnya.” (HR. Muslim)

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu dan beliau memarfu’kannya,

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

“Hendaklah kalian manusia melaksanakan shalat (sunnah) di rumah kalian karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib.” (Muttafaq Alaihi)

Dalam riwayat Muslim,

فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِي بُيُوْتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ.

“Kerjakanlah shalat (sunnah) di rumah kalian. Karena sebaik-baik shalat seseorang adalah yang dikerjakan di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

اجْعَلُوا ِفي بُيُوتِِكُم ِمن صَلاَتِكُم، َولاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (Muttafaq Alaihi)

Imam an-Nawawi Rahimahullah berkata, “Dan sesungguhnya anjuran melakukan shalat Sunnah di rumah, karena dia lebih tersembunyi dan lebih menjauhkan dari riya, lebih terjaga dari kesia-siaan. Dan carilah keberkahan rumah dengan hal itu, dan sebab turun kasih sayang serta malaikat dan membuat lari setan.” (lihat Syarh an-Nawawi ala Shahih Muslim)

6. Shalat Sunnah akan menghadirkan kecintaan Allah kepada hamba-Nya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata; Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَـيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ

“Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’” (HR. al-Bukhari)

7. Shalat Sunnah merupakan bentuk Syukur seorang hamba kepada Allah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat, beliau berdiri hingga kedua telapak kaki beliau merekah, lalu ‘Aisyah bertanya, ‘Kenapa engkau melakukan semua ini, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan bagimu atas dosa-dosa-mu yang telah lalu dan yang akan datang?’

Lalu beliau menjawab,

أَفَلاَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا.

“Apakah tidak boleh jika aku termasuk hamba yang bersyukur.’” (Muttafaq Alaihi)

Diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat hingga kedua telapak kaki beliau membengkak, lalu ada yang berkata kepada beliau, “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan bagimu atas dosa-mu yang telah lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab,

أَفَلاَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا.

“Apakah tidak boleh jika aku termasuk hamba yang bersyukur.” (Muttafaq Alaih)

Semoga kita lebih semangat untuk memperbanyak shalat-shalat Sunnah. Amiin.

KENAPA SEBELUM MAKAN NABI SELALU MAKAN GARAM ?

Photo by: http://food.ndtv.com

TAKUT AKAN PENYAKIT TIMBUL DARI GARAM? INI CARA RASUL MENGKONSUMSI GARAM

Nabi Muhammad Sholallohi ‘alaihi wassallam bersabda : “Sebaik-baik lauk adalah garam”
(Al-Baihaqi).

SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM

Sangat bertentangan dengan dunia medis saat ini yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu, namun hal itu tidak akan terjadi jika Anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik dan secara benar; Sesuai Sunnah Rasul.

Begini Cara Mengkonsumsi Garam Agar Terhindar Dari Penyakit ( Ala Rasul SAW ).
Jadi sesuai dengan hadist diatas yang menyatakan Garam bukanlah penyebab penyakit,
tapi malah obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul.

Kuncinya adalah
GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.
ingat tidak boleh dimasak !!!

Kesalahan kita ( kebanyakan orang Indonesia ) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam kedalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH / PANAS. Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/ toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Begini Cara yang betul penggunaan garam agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit.

Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai.

Contohnya : sayur masukkan garam dalam masakan, apabila makanan dan airnya sudah berangsur dingin, atau dalam keadaan dingin.

Ingat makanan yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!.

Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing- masing.

Garam adalah mineral bagi tubuh, “Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafus soleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan”.

Garam digunakan sebagai pembuka makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.

INGAT GARAM ADALAH MINERAL !!!

Kelebihan atau manfaat mengkonsumsi garam antara lain ialah:
Mengobati lebih dari 70 penyakit, antara lain Darah tinggi, Diabetes, Tulang keropos, Gondokan, Pusing sakit kepala dll serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan,

sekiranya anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.

Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi adalah akibat dari penggunaan garam yang salah.

Karena kalau memasak jangan dikasih garam… Ingat garam jangan dimasak.

Insyaallah penyakit darah tinggi, jantung bisa dihindari dengan cara makan yang baik.

Jadi kesimpulannya ‘yang benar garam itu adanya dimeja makan ~bukan~ didapur’.

MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.

ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA Semoga bermanfaat

Asam Lambung ???

“CARA MUDAH, MURAH DAN CEPAT MENGATASI ASAM LAMBUNG”

Nabi Muhammad Saw. Bersabda
“Jilatlah garam sebelum dan sesudah makan !!! Andai orang-orang tahu manfaat garam, niscaya mereka akan lebih memilihnya ketimbang penawar racun. “Barangsiapa menjilat garam sebelum makan, maka Allah akan melindunginya dari 70 jenis penyakit yang hanya diketahui Allah” Kitab : Al-atsar Al-Wadh’iyyah fi Al-Kitab wa Al-Sunnah’ karya: Syekh Abdurrasul Al-‘Unuz.

Mengobati asam lambung itu sebenarnya sangat mudah, murah dan cepat. Begini caranya.

1. Ambil sedikit garam (seujung sendok teh).

2. Tekan dengan jari telunjuk.

3. Jilat lalu telan.

4. Kemudian minum sedikit.

5. Sembuh. Atas izin Allah SWT.

Lakukan setiap sebelum makan dan setelah makan

Mengapa garam ???

1. Asam lambung itu HCl
Bersifat asam.

2. NaCl + H2O –> NaOH + HCl

NaCl = Garam.

H2O. = Air.

NaOH. = Natrium Hidroksida.

HCl. = Asam Chlorida.

3. NaOH itu sifatnya basa.

4. Terjadi reaksi didalam lambung asam bertemu basa menjadi netral.

5. Sembuh atas izin Allah SWT.

Bolehkan Mendahulukan Puasa Syawal dari Puasa Qodho atau Menggabungkannya ?

Photo by: http://sigijateng.id

*Pertanyaan*

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa hukumnya menggabungkan antara puasa sunnah syawal, dengan puasa ganti yang wajib (qodho). Jika tidak bisa apakah boleh mendahulukan puasa syawal dari puasa qodho?

*Jawaban*

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

_“Siapa yang puasa ramadhan, kemudian dia ikuti dengan 6 hari puasa syawal, maka seperti puasa setahun.”_ *(HR. Muslim 1164)*

Pada hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan janji pahala seperti puasa setahun dengan 2 syarat: (1) Menyelesaikan puasa ramadhan, dan (2) Puasa 6 hari di bulan syawal.

Karena puasa 6 hari di bulan syawal dikaitkan secara langsung dengan selesainya puasa ramadhan, sehingga tidak boleh seseorang menggabungkan puasa syawal dan puasa qodho.

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid hafidzahullah menjelaskan,

فقوله ” ثم ” حرف عطف يدل على الترتيب والتعقيب، فيدل على أنه لا بد من إتمام صيام رمضان أولا ( أداءً وقضاءً ) ، ثم يكون بعده صيام ست من شوال، حتى يتحقق الأجر الوارد في الحديث. ولأن الذي عليه قضاء من رمضان يقال عنه : صام بعض رمضان ، ولا يقال صام رمضان.

_”Kata ‘tsumma’ adalah huruf athaf (sambung) yang menunjukkan berurutan dan ada senggang waktu. Hal itu menunjukkan harus menyempurnakan puasa Ramadan dahulu, baik yang bersifat langsung maupun qodho. Kemudian setelah itu puasa syawal 6 hari. Agar teralisasikan pahala yang ada dalam hadits. Karena orang yang masih mempunyai tanggungan Ramadan masih dikatakan ‘Puasa sebagian Ramadan’ Bukan ‘Puasa seluruh Ramadan’”_ (islamqa.info/ar/answers/ 40389)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

إذا كان على المرأة قضاء من رمضان فإنها لا تصوم الستة أيام من شوال إلا بعد القضاء

_”Kalau wanita mempunyai qodho di bulan Ramadan, maka dia tidak diperkenankan puasa enam hari bulan Syawal kecuali setelah puasa qodho.”_ (Majmu Fatawa, 20/19)

Jadi hendaknya selesaikan dahulu puasa qodho-nya baru kemudian menjalankan puasa syawal.

Wallahu a’lam.


Sumber: t.me/shirotulmustaqim

Urutan Adjectives

Photo by: http://englishplusplus.id

Adjective digunakan untuk menggambarkan kata benda dari berbagai aspek. Seperti, Quality, Size, Color, Shape, Age, Material dan Purpose.

Example:

Quality = a beautiful girl

Size = a large house

Age = a modern TV

Shape = a round table

Color = a brown glass

Material = a wooden door

Urutan adjectives ada 8, yaitu opinion, size/dimension, age, shape, color, origin, material, and purpose. Dikenal juga dengan singkatan ‘OSASCOMP’

1. Opinion adalah adjective yang menunjukkan pendapat tentang sesuatu/seseorang.

Example:

  • funny, beautiful, fabulous, difficult, pretty, ugly, silly, etc.

2. Size/Dimension adalah adjective yang menunjukkan ukuran besar kecilnya sesuatu/seseorang.

Example:

  • large, tiny, enormous, little, etc.

3. Age adalah adjective yang menunjukkan umur sesuatu/seseorang.

Example:

  • ancient, new, young, old, etc.

4. Shape merupakan adjective yang menunjukkan bentuk sesuatu.

Example:

  • square, round, flat, rectangular, heart shaped, sphere, etc.

5. Color merupakan adjective yang menunjukkan warna sesuatu.

Example:

  • blue, bluish, pink, pinkish, red, reddish, mix colored, etc.

6. Origin adalah adjective yang menunjukkan asal sesuatu/seseorang atau kenegaraan seseorang.

Example:

  • Mexican, Chinese, eastern, northern, etc.

7. Material merupakan Adjective yang menunjukkan materi yang membentuk suatu benda.

Example:

  • wooden, metal, cotton, paper, stone, etc.

8. Purpose adalah adjective yang menunjukkan tujuan/kegunaan benda, sering kali berupa gerund (V-ing).

Example:

  • sleeping bag, baking pan, watering can, etc.

Dari urutan 8 adjectives yg baru kita bahas, tidak harus digunakan semua. Kalau hanya ingin menggunakan dua adjectives? Boleh, tapi disesuatikan dengan urutannya.

Contoh 1:

  • Benar: “A good-looking young boy.”
  • Salah: “A young good-looking boy.”

Ingat urutan OSASCOMP? Opinion: good-looking, age: young.

Contoh 2:

  • Benar: “A small red car.”
  • Salah: “A red small car.” Urutannya, size/dimension: small, color: red.

Passive Voice

Photo by: http://dimensibahasainggris.com

Passive Voice adalah kalimat yang subyeknya (pokok kalimat) mengenai pekerjaan.

Dalam bahasa Inggris, Passive Voice dipakai bila kalimat itu lebih sesuai (cocok) yang menitik beratkan barang itu dilakukan dari pada pelaku tindakan itu atau bila pelakunya tidak diketahui.

Pada dasarnya kalimat passive (Passive Voice) dibentuk dengan : “Be”(am/is/are/was/were/been/being) diikuti kara kerja bentuk III (Past Participle).

1. Simple Present Tense

Pola kata kerja : am/is/are+V3

Contoh:

Active : Alma clean the room once a week.

Passive : The room is cleaned by Alma once a week.

2. Simple Past Tense

Pola kata kerja : was/were+V3

Contoh:

Active : A thief broke a window last night.

Passive : The window was broken by a thief last night.

3. Present Continous Tense

Pola kata kerja : am/is/are+being+V3

Contoh:

Active : The doctor is examining him now.

Passive : He is being examined by the doctor now.

4. Past Continous Tense

Pola kata kerja : was/were+being+V3

Contoh:

Active : Cindy was singing a song when I came.

Passive : A song was being sung by her when I came.

5. Present Future Tense

Pola kata kerja:

Pola kata kerja 1 : shall/will+be+V3

Contoh:

Active : Sajid will buy a dictionary tomorrow.

Passive : A dictionary will be bought by him tomorrow.

Pola kata kerja 2 : am/is/are+going to+be+V3

Contoh:

Active : Romeo is going to marry Juliet next month.

Passive : Juliet is going to be married by Romeo next month.

6. Present Perfect Tense

Pola kata kerja : have/has+been+V3

Contoh:

Active : Xia Leen has writen a letter.

Passive : A letter has been writen by her.

7. Past Perfect Tense

Pola kata kerja : had+been+V3

Contoh:

Active : John had studied English before 2000.

Passive : English had been studied by him before 2000.

8. Kalimat passive dengan “special verbs” (can, may, must, should)

Pola kata kerja : can/may/must/should+be+V3

Contoh:

Active : The boys may use the new ball.

Passive : The new ball may be used by the boys.


Sumber: Walidi. 2007. Tenses. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama.

Mengapa Pria Tampaknya Hanya Dapat Melakukan Satu Hal Dalam Satu Waktu?

Photo by: http://rendipeterson.wordpress.com

Hampir semua wanita tak dapat memahami mengapa pria tampaknya hanya mampu melakukan satu hal dalam satu waktu. Seorang wanita dapat membaca sambil menyimak dan berbicara, lalu mengapa pria tidak? Mengapa pria bersikeras
untuk mengecilkan suara TV sewaktu telpon berdering? Para wanita di seluruh dunia menyatakan keluhan yang seragam: “Tatkala sedang membaca koran atau nonton TV, mengapa pria tak dapat mendengar apa yang baru kukatakan?”

Alasan Pria Hanya Bisa Single Tasking

Alasannya adalah bahwa otak pria dibagi-bagi dan terspesialisasikan. Dengan istilah sederhananya, seakan-akan dia memiliki ruang-ruang kecil di seluruh otaknya dan setiap ruang mengandung sekurang-kurangnya satu fungsi
utama yang beroperasi secara mandiri. Kabel yang menghubungkan bagian
otak kiri dan otak kanannya, corpus callosum, secara rata-rata lebih tipis 10% dibandingkan jenis wanita, dan membawa sambungan yang 30% lebih sedikit antara kiri dan kanan. Ini memberikan kepada pria pendekatan “satu hal dalam
sekali waktu” atas segala hal yang dilakukannya dalam hidup.

Dengan pikiran tunggal ini, pendekatan yang terfokus atas segala hal bisa jadi tampak terbatas menurut wanita, namun justru memungkinkan seorang
pria untuk menjadi seorang spesialis atau pakar yang berdedikasi pada satu bidang. Sembilan puluh enam persen pakar teknis dunia adalah pria – mereka memiliki kehebatan dalam melakukan keahlian yang satu itu.

Kecenderungan seorang pria mengalami kecelakaan mobil sewaktu berbicara dengan menggunakan telepon genggam dua kali wanita.

Dengan memahami mentalitas pria yang “hanya mampu fokus pada satu hal dalam satu waktu” adalah salah satu hal terpenting yang dapat dipelajari oleh seorang wanita tentang pria. Ini menjelaskan mengapa pria mengecilkan suara radio tatkala dia sedang membaca peta atau memarkir mundur kendaraannya.

Bila dia sedang memutar kendaraannya dan seseorang mengajaknya bicara, seringkali dia akan kehilangan kesempatan untuk mengambil celah. Bila dia sedang bekerja dengan alat yang tajam dan telpon berdering, dia bisa terluka.

Lakukan pemindaian MRI dari otak seorang pria tatkala dia sedang membaca, dan akan Anda didapati bahwa dia dalam keadaan tuli. Ingat: Anda hendaknya jangan sekali-kali mengajak bicara seorang pria yang sedang mencukur janggutnya dalam keadaan basah – jika Anda tidak ingin dia terluka!

Alasan Wanita Bisa Melakukan Single Tasking

Otak seorang wanita tersusun untuk melakukan beragam tugas. Hampir semua wanita dapat melakukan sekian banyak hal yang tak berhubungan pada
waktu yang sama, dan pemindaian otak mengungkapkan bahwa otak seorang wanita tak pernah istirahat; otaknya selalu aktif bahkan tatkala dia sedang
tertidur.

Inilah alasan utama mengapa 96% asisten pribadi dunia adalah wanita. Seakan-akan entah bagaimana secara genetis dia berhubungan dengan
gurita.

Dia dapat berbicara di telpon, mengikuti resep baru dan nonton TV pada waktu yang sama. Dia dapat menyetir mobil, bersolek dan mendengarkan radio sambil berbicara dengan menggunakan hands-free telpon. Namun tatkala seorang pria sedang mengikuti resep dan Anda mengajaknya bicara, disarankan agar Anda makan malam di luar rumah saja malam itu.


Sumber: Allan, Barbara Pease. 2018. Why Men Lie and Women Cry. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Isi Sumpah Pemuda

Photo by: http://jateng.tribunnews.com

Satu hal yang unik adalah istilah Sumpah Pemuda tidak muncul pada hasil kongres di tanggal 27 dan 28 Oktober 1928. Istilah ini justru muncul setelah kongres itu selesai. Ini dia bunyi Sumpah Pemuda yang tercatat di prasasti dinding Museum Sumpah Pemuda:

Pertama : Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia).

Kedoea : Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia).

Ketiga : Kami Poetra dan Poetri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Ketiga kalimat yang menjadi rumusan Kongres Sumpah Pemuda tersebut ditulis oleh Moehammad Yamin di atas secarik kertas yang disodorkan pada Soegondo saat Sunario sedang berpidato di sesi terakhir kongres. Moehammad Yamin berbisik pada Soegondo bahwa ia mempunyai sebuah formal yang terlihat lebih elegan demi keputusan kongres ini.

Melihat isi dari apa yang dituliskan Moehammad Yamin, Soegondo membubuhkan paraf setuju disecarik kertas tersebut, lalu diteruskan kepada peserta kongres untuk kemudian ikut membubuhkan paraf setuju. Pada awalnya, sumpah pemuda dibacakan Soegondo dan kemudian dijelaskan secara lebih mendetail oleh Muhammad Yamin.

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai